Kemajuan teknologi di berbagai bidang, seperti pada industri manufaktur (otomotif, dirgantara, perkapalan), industri kimia, industri konstruksi. Industri minyak dan gas bumi dan banyak lainnya, sangat erat hubungannya dengan perkembangan teknologi material. Sejalan dengan era lepas landas, peningkatan industri material dan nilai tambah yang didukung oleh kemajuan teknologi merupakan salah satu pemacu untuk pertumbuhan ekonomi negara. Oleh karena itu, tenaga ahli profesional dan peneliti Indonesia yang mampu menangani berbagai permasalahan dan tantangan dalam industri material dirasakan masih kurang. PT. Gamma Buana Persada yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Welding Engineering, Corrosion Consultant, Underwater Services, Oilfield Inspection, Training Services, NDT services menjawab tantangan masa kini untuk menyiapkan tenaga professional yang berkemampuan ilmiah tinggi.

Salah satu implementasi dari PT. Gamma Buana Persada adalah menyelenggarakan pelatihan-pelatihan spesifik terutama berbagai permasalahan dalam dalam bidang ilmu material, untuk memperluas wawasan peserta didik dengan nama Divisi Training PT.Gamma Buana Persada. Mulai Tahun 2007, Divisi Training PT. Gamma Buana Persada telah berkerjasama dengan Asosiasi Pengelasan Indonesia (API) yang didukung oleh Komunitas Migas Indonesia (KMI) membuka program Pendidikan dan Latihan Inspektur Las (Welding Inspector). Pada November 2008 Divisi Training PT. Gamma Buana Persada mulai mengadakan pelatihan NDT Level II PT / MT (berdasarkan Guide Line SNT-TC—1A dan di-Approval Level III ASNT) kemudian berubah nama menjadi Welding Study Center. Pada tanggal 6 April 2009, LSP-Las memberikan sertifikat verifikasi kepada Welding Study Center sebagai Tempat Uji Kompetensi Welding Inspector (TUK-WI “WSC”) dengan ruang lingkup verifikasi sebanyak 15 unit kompetensi sesuai SKKNI-WI.

Sampai dengan sekarang, Welding Study Center telah mengadakan Pelatihan welding Inspector sebanyak 5 kali dan Pelatihan NDT sebanyak 2 kali. Dengan tenaga pengajar berpengalaman dan berwawasan lapangan dan teoritikal, maka peserta yang telah menyelesaikan pendidikan dan latihan ini, akan memiliki sertifikat keahlian kerja, diharapkan mempunyai nilai tambah disamping ijazah formal yang dimiliki, untuk dapat berkompetisi dalam era globalisasi ini.